Minggu, 03 April 2011

PENGARUH BAHASA GAUL TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA

Nama               : VIVIAN
Npm                : 11208268
Kelas               : 3EA10
Mata kuliah     : Softsklill Bahasa Indonesia 2
Tulisan Bahasa Indonesia 2


PENDAHULUAN
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, yang berfungsi sebagai alat komunikasi mempunyai peran sebagai penyampai informasi. Kebenaran berbahasa akan berpengaruh terhadap kebenaran informasi yang disampaikan. Berbagai fenomena yang berdampak buruk pada kebenaran berbahasa yang disesuaikan dengan kaidahnya, dalam hal ini berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.
Dewasa ini pemakaian bahasa Indonesia baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia film mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal dengan bahasa gaul. Interferensi bahasa gaul kadang muncul dalam penggunaan bahasa Indonesia dalam situasi resmi yang mengakibatkan penggunaan bahasa tidak baik dan tidak benar.
Bahasa gaul merupakan salah satu cabang dari bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk pergaulan. Istilah ini mulai muncul pada akhir ahun 1980-an. Pada saat itu bahasa gaul dikenal sebagai bahasanya para bajingan atau anak jalanan disebabkan arti kata prokem dalam pergaulan sebagai preman.
Sehubungan dengan semakin maraknya penggunaan bahasa gaul yang digunakan oleh sebagian masyarakat modern, perlu adanya tindakan dari semua pihak yang peduli terhadap eksistensi bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional, bahasa persatuan, dan bahasa pengantar dalam dunia pendidikan.
Dewasa ini, bahasa prokem mengalami pergeseran fungsi dari bahasa rahasia menjadi bahasa gaul. Dalam konteks kekinian, bahasa gaul merupakan dialek bahasa Indonesia non-formal yang terutama digunakan di suatu daerah atau komunitas tertentu. Penggunaan bahasa gaul menjadi lebih dikenal khalayak ramai setelah Debby Sahertian mengumpulkan kosa-kata yang digunakan dalam komunitas tersebut dan menerbitkan kamus yang bernama Kamus Bahasa Gaul pada tahun 1999.


STRUKTUR BAHASA GAUL
Ragam bahasa gaul remaja memiliki ciri khusus, singkat, lincah dan kreatif. Kata-kata yang digunakan cenderung pendek, sementara kata yang agak panjang akan diperpendek melalui proses morfologi atau menggantinya dengan kata yang lebih pendek seperti “memang – emang”.
Kalimat-kalimat yang digunakan kebanyakan berstruktur kalimat tunggal. Bentuk-bentuk elip juga banyak digunakan untuk membuat susunan kalimat menjadi lebih pendek sehingga seringkali dijumpai kalimat-kalimat yang tidak lengkap. Dengan menggunakan struktur yang pendek, pengungkapan makna menjadi lebih cepat yang sering membuat pendengar yang bukan penutur asli bahasa Indonesia mengalami kesulitan untuk memahaminya. (Nyoman Riasa)
1.      Pengunaan awalan e
Kata emang itu bentukan dari kata memang yang disispi bunyi e. Disini jelas terjadi pemendekan kata berupa mengilangkan huruf depan (m). Sehingga terjadi perbedaan saat melafalkan kata tersebut dan merancu dari kata aslinya.
2.      Kombinasi k, a, g
Kata kagak bentukan dari kata tidak yang bunyinya tid diganti kag. Huruf konsonan pada kata pertama diganti dengan k huruf vocal i diganti a. Huruf konsonan kedua diganti g. sehingga kata tidak menjadi kagak.
3.      Sisipan e
Kata temen merupakan bentukan dari kata teman yang huruf vocal a menjadi e. Hal ini mengakibatkan terjadinya perbedaan pelafalan.

PENGGUNAAN BAHASA GAUL DI KALANGAN REMAJA
Bahasa-bahasa yang dipakai oleh kaum yang terbuang di zaman dahulu itu kini marak dipakai di kalangan remaja. Kata-kata seperti bokap, nyokap, bonyok, pembokat, dll. seperti sudah tidak asing lagi di telinga, karena istilah-istilah itu sudah sering sekali diucapkan para remaja di Indonesia. Dalam perkembangannya justru remaja-remaja inilah yang lebih banyak menggunakan bahasa gaul untuk digunakan dalam percakapan sehari-hari bersama teman-temannya.
Remaja memiliki peran yang besar dalam perkembangan bahasa gaul ini, karena saat remaja adalah saat di mana aspek kognitif berkembang dengan pesat. Pada tahap ini, manusia cenderung lebih menunjukkan kapasitas abstraknya, yakni dengan menggunakan bahasa yang hanya bisa dimengerti oleh mereka sendiri (Papalia: 2004). Sejalan dengan perkembangan kognitifnya, perkembangan bahasa remaja mengalami peningkatan pesat.
Kosakata remaja terus mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya referensi bacaan dengan topik-topik yang lebih kompleks.
Menurut Owen (dalam Papalia: 2004) remaja mulai peka dengan kata-kata yang memiliki makna ganda. Mereka menyukai penggunaan metafora, ironi, dan bermain dengan kata-kata untuk mengekspresikan pendapat mereka. Terkadang mereka menciptakan ungkapan-ungkapan baru yang sifatnya tidak baku. Bahasa seperti inilah yang kemudian banyak dikenal dengan istilah bahasa gaul.
Di samping merupakan bagian dari proses perkembangan kognitif, munculnya penggunaan bahasa gaul juga merupakan ciri dari perkembangan psikososial remaja. Menurut Erikson (1968), remaja memasuki tahapan psikososial yang disebut sebagai identity versus role confusion. Hal yang dominan terjadi pada tahapan ini adalah pencarian dan pembentukan identitas. Remaja ingin diakui sebagai individu unik yang memiliki identitas sendiri yang terlepas dari dunia anak-anak maupun dewasa. Penggunaan bahasa gaul ini merupakan bagian dari proses perkembangan mereka sebagai identitas independensi mereka dari dunia orang dewasa dan anak-anak.
Media cetak maupun media elektronik termasuk sarana dalam memperkenalkan bahasa gaul. Bahasa gaul dalam pemakaiannya berbentuk macam-macam, di antaranya bahasa gaul yang digunakan dalam stiker, film, novel, cerpen, tabloid, majalah, radio, internet, dan pada saat komunikasi melalui Short Messages Service (SMS).
Kehadiran bahasa gaul itu dapat dianggap wajar karena sesuai dengan tuntutan perkembangan nurani anak usia remaja. Masa pemakainya terbatas pada situasi tidak resmi. Jika mereka berada di luar dari lingkungan kelompoknya bahasa yang digunakan beralih ke bahasa lain yang berlaku di tempat umum itu. Kehadirannya dalam lingkungan bahasa daerah atau bahasa Indonesia sesungguhnya tidak perlu dirisaukan karena bahasa itu masing-masing muncul dan berkembang sesuai dengan fungsi dan keperluan masing-masing.
Keaktifan sehari-hari para remaja lebih banyak berkaitan dengan kehidupan keluarga, keadaan sekolah, dan/atau perguruan tinggi, serta masalah-masalah kenakalan remaja. Ini menyiratkan bahwa kosakata yang timbul kemudian mengacu pada hal dan masalah sekitar rumah, pergaulan, pendidikan, dan kenakalan remaja yang terungkap dengan istilah kekerabatan, kata ganti orang, masalah seks, narkotik dan obat-obatan sejenis serta minuman keras. Hal ini sama sekali tidak berarti bahwa semua kosakata yang dulunya diciptakan oleh kaum preman sama sekali tidak digunakan para pemuda dan remaja, tetapi fungsi suatu benda dalam suatu kelompok, yang bentuknya juga dikenal anggota kelompok lain, tentulah berbeda.
Dari uraian di atas tampak bahwa perbedaan bahasa gaul antara preman dan para remaja masa kini terjadi karena penuturnya berbeda, fungsi dan tujuan pemakaiannya pun berbeda. Kaum preman melakukan tindakan kejahatan, para pemuda dan remaja suka bergembira dan bergaul dengan sesamanya. Setelah bahasa gaul ini lebih banyak digunakan para pemuda dan remaja pengertian bahasa gaul atau bahasa prokem ini telah berubah atau lebih tepat dikatakan bergeser maknanya.
Bahasa gaul ini tidak lagi disediakan dengan bentuk dan rumus atau kode bahasa itu, melainkan lebih ditonjolkan sebagai bahasa kode atau sandi yang dipakai oleh kelompok tertentu, dalam hal ini para pemuda dan remaja. Setiap kelompok dapat saja memberi inpterpretasi yang berbeda-beda menurut pengertian masing-masing, karena itu, dapat kita temukan sejumlah variasi dalam pemakaian kalimat bahasa Indonesia. Inilah yang merupakan salah satu ciri pembeda bahasa gaul kaum preman, pencetus dan pencipta bahasa ini, dengan bahasa gaul kaum pemuda dan remaja saat ini.

BAHASA GAUL MASA KINI
Seiring dengan perkembangan zaman, dan perkembangan teknologi, bahasa gaul itu tidak hanya sekadar istilah, namun juga meluas ke tulisannya. Tulisan-tulisan gaul itu dipicu oleh makin maraknya penggunaan fasilitas sosialisasi seperti Yahoo Messenger, Friendster, Facebook, dll. yang tentu saja dalam penggunaannya lebih banyak menggunakan tulisan daripada lisan. Karena pengaruh itulah muncul tulisan-tulisan yang terlihat aneh dan sulit dibaca, seperti menggunakan huruf kapital dan biasa secara bergantian antara satu huruf dengan huruf yang lainnya dalam satu kata, atau menggunakan angka untuk mengganti huruf. Selain itu juga biasanya mereka menyingkat kata. Contoh tulisan dengan huruf yang berganti kapital dan tidak kapital bAhAsA iNdOnEsIa dan ini contoh kata yang menggunakan angka sebagai pengganti huruf b4h454 1nd0n3514 atau kata yang berupa singkatan bhs indnsa.
Dengan munculnya tulisan-tulisan hasil kreasi anak muda ini, bahasa gaul dunia maya menjadi sulit dimengerti, terutama kalau sudah berbentuk kalimat panjang yang berupa curahan hati. Tulisan-tulisan seperti itu sekarang lebih populer disebut dengan bahasa alay. Berikut adalah contoh tulisan curahan hati pengguna huruf gaul atau alay di sebuah situs jejaring sosial: cXnK qMoh tO cKiDnAAAAaaaAaAaaaa……. (sayang kamu tuh sakitnya) m_tHa apOn YoH……………… (minta ampun ya) qoH tLuZ”aN uCHA bWaD tTeP qEqEUh cXnK qMo………. (aku terus terusan berusaha buat tetep kekeuh sayang kamu).

POSISI BAHASA DAN TULISAN GAUL DALAM MASYARAKAT
Bahasa gaul rupanya tidak cuma menarik untuk para penggunanya, namun menarik juga untuk diseminarkan. Buktinya, pada tahun 2005 yang lalu pernah digelar acara diskusi "Bahasa Slang, Bahasa Gaul dalam Dinamika Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing" di Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional. Yang menjadi pembicaranya antara lain seniman Remy Silado dan Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Dendy Sugono.
Menurut Dendy, bisa saja istilah-istilah gaul dicantumkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang akan diterbitkan pada tahun 2008. Di samping itu, Pusat Bahasa Depdiknas pun akan mengeluarkan KBBI yang hanya memuat istilah-istilah baku. Dengan kata lain, jika inisiatif Dendy Sugono ini terlaksana, pada tahun 2008 akan ada dua versi KBBI yang salah satunya akan mencantumkan istilah-istilah gaul.


Dapat kita simpulkan banyaknya kalangan remaja menggunakan bahasa gaul adakah akibat dari perkembangan zaman yang kian mengalami kemajuan baik dari dunia pendidikan sampai teknologi.
Gejala bahasa yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia dianggap sebagai penyimpangan terhadap bahasa. Kurangnya kesadaran untuk mencintai bahasa di negeri sendiri berdampak pada tergilasnya atau lunturnya bahasa Indonesia dalam pemakaiannya dalam masyarakat terutama dikalangan remaja.
Apalagi dengan maraknya dunia kalangan artis menggunakan bahasa gaul di media massa dan elektronik, membuat remaja semakin sering menirukannya di kehidupan sehari-hari hal ini sudah menjadi wajar karena remaja suka meniru hal-hal yang baru.

DAFTAR PUSTAKA

CARA PENULISAN LAPORAN ILMIAH

Nama          : VIVIAN
Npm           : 11208268
Kelas          : 3EA10
Mata kuliah : Softsklill Bahasa Indonesia 2
Tugas Bahasa Indonesia 2

PENGERTIAN LAPORAN
     Laporan merupakan hal yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian laporan menurut F X Soedjadi mendefinisikan sebagai berikut:
1. Suatu bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara  lisan maupun tulisan dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang (authority) dan tanggung jawab (responsibility) yang ada antara mereka.
2. Salah satu cara pelaksanaan komunikasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lain.

Manfaat Laporan bagi perusahaan:
a. Merupakan perwujudan dari responsibility pelapor terhadap tugas yang di limpahkan.
b. Sebagai alat untuk memperlancar kerjasama dan koordinasi maupun komunikasi yang saling mempengaruhi antara perseorangan dalam organisasi.
c. Sebagai alat untuk membuat budgeting (anggaran), pelaksanaan, pengawasan, pengendalian maupun pengambilan keputusan.
d. Sebagai alat untuk menukar informasi yang saling dibutuhkan dalam pekerjaan.

     Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan (E.Zaenal Arifin,1993).
Dan menurut Nafron Hasjim & Amran Tasai (1992) Karangan ilmiah adalah tulisan yang mengandung kebenaran secara obyektif karena didukung oleh data yang benar dan disajikan dengan penalaran serta analisis yang berdasarkan metode ilmiah.
     Laporan ilmiah adalah bentuk tulisan ilmiah yang disusun berdasarkan data setelah penulis melakukan percobaan, peninjauan, pengamatan, atau membaca artikel ilmiah.
Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan tentang laporan ilmiah yaitu :
1. Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu
kegiatan ilmiah.
2. Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
3. Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
4. Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
5. Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.
6. Laporan ilmiah, umumnya, mempunyai garis besar isi (outline) yang berbeda-beda, bergantung dari bidang yang dikaji dan pembaca laporan tersebut. Namun, umumnya, isi laporan terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup.

JENIS LAPORAN ILMIAH
a. Laporan Lengkap (Monograf).
1. Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh.
2. Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
3. Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis.
4. Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai.
5. Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).

b. Artikel Ilmiah
1) Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap.
2) Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif.
3) Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap

c. Laporan Ringkas
Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).

FORMAT LAPORAN ILMIAH
     Ada berbagai macam format penulisan. Namun perbedaan di antara format format yang ada jangan terlalu dipermasalahkan. Hal yang perlu diperhatikan adalah:
1. Pembaca dapat memahami dengan jelas bahwa penelitian telah dilakukan tujuan dan hasilnya.
2. Langkah-langkah medannya jelas, agar jika pembaca tertarik dapat mengulang kembali.
3. Pada dasarnya ada dua bentuk sistematika penulisan ilmiah, yaitu penulisan proposal penelitian dan laporan hasil penelitian. Pada umumnya sistematika penulisan proposal penelitian dan penulisan laporan penelitian sebagai berikut :
a. Bagian awal
• Halaman judul
• Halaman persetujuan dan pengesahan (pada laporan penelitian, sebelum halaman kata pengantar dicantumkan intisari /abstrak)
• Halamn kata pengantar atau prakata
• Daftar isi
• Daftar tabel (jika ada)
• Daftar gambar (jika ada)
• Daftar lampiran (jika ada)
b. Bagian Utama
BAB I PENDAHULUAN
• Latar Belakang Masalah
• Rumusan masalah
• Tujuan penelitian
• Ruang lingkup
• Manfaat penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
• Landasan teori/ tinjauan teoretis
• Kerangka teori
• Kerangka konsep
• Hipotesis atau pertamyaan penelitian (jika ada hipotesis)
BAB III METODE PENELITIAN ATAU CARA PENELITIAN
• Jenis penelitian
• Populasi sample (untuk penelitian disertai unit penelitian )
• Variabel penelitian (untuk penelitian laboratorium / eksperimental, sebelum variabel penelitian dicantumkan bahan dan alat)
• Definisi operasioanal variabel atau istilah-istilah lain yang digunakan untuk memberi batasan operasional agar jelas yang dimahsud dalam penelitian itu.
• Desain/rancangan penelitian (tidak harus, kecuali pada penelitian eksperimental)
• Lokasi dan waktu penelitian
• Teknik pengumplan data.
• Instrumen penelitian yang digunakan
• Pengolahan dan Analisis data
• Khusus laporan penelitian dilanjutkan dengan bab IV -VI berikut ini :
BAB IV – HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V – KESIMPULAN DAN SARAN
BAB VI – RINGKASAN
c. Bagian Akhir
1. Daftar pustaka
2. Lampiran – lampiran :
• Instrumen penelitian
• Berbagai data sekunder yang diperlukan
• Anggaran penelitian
• Jadwal penelitian

Contoh Laporan Ilmiah Sederhana
Laporan Penelitian Magang sebagai Jembatan Mobilitas Sosial dari Petani menjadi Perajin
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Perajin sering dipandang memiliki status sosial yang lebih tinggi daripada petani. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa seorang perajin biasanya bekerja di dalam rumah, terlindung dari terik sinar matahari sehingga suasananya tampak nyaman. Sebaliknya, petani harus bekerja di sawah, di bawah sengatan sinar matahari, dan kadang harus bergumul dengan kotoran-kotoran yang berbau tidak sedap. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika sebagian masyarakat pedesaan masih menganggap bahwa pekerjaan perajin lebih berprestise daripada petani meskipun hanya menjadi perajin industri kecil dengan skala usaha yang masih terbatas. Lapangan pekerjaan di sektor industri kecil yang makin terbuka menyebabkan terjadinya mobilitas sosial dari petani menjadi perajin. Meskipun sebenarnya mereka belum memiliki keahlian yang memadai, terlebih lagi tingkat pendidikan mereka sebagian besar (73%) masih berpendidikan SD ke bawah. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa produktivitas kerja dan hasil yang mereka peroleh masih rendah. Berkaitan dengan hal di atas, perlu diadakan penelitian yang saksama mengenai mobilitas sosial dan petani menjadi perajin. Dalam laporan ini, objek penelitiannya adalah masyarakat pedesaan di sekitas Surakarta, Jawa Tengah.

BAB II
TUJUAN PENELITIAN

1. Menelaah penyebab terjadinya mobilitas sosial dari petani menjadi perajin
2. Memberikan penyadaran pada masyarakat dampak industrialisasi

BAB III
METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan survei secara kualitatif dengan cara melakukan wawancara dengan narasumber. Digunakannya metodologi kualitatif agar hasil yang dicapai benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Adapun langkah-langkah kerjanya sebagai berikut.
1. Menentukan objek penelitian
2. Melakukan wawancara dengan narasumber
3. Mengklasifikasi masalah
4. Merumuskan masalah
5. Memberikan solusi/simpulan

BAB IV
HASIL PENELITIAN

Berdasarkan survei yang telah dilakukan, ada beberapa faktor yang menyebabkan mobilitas sosial dari petani menjadi perajin melalui proses magang sebagai berikut.
1. Pengaruh media masa Media massa baik berupa media elektronik maupun cetak telah membawa pengaruh yang besar terhadap pola pikir masyarakat pedesaan. Selama ini, media massa selalu mengangkat kesuksesankesuksesan seorang perajin. Dengan demikian, lambat laun opini publik tersebut akhirnya mendorong keinginan petani untuk menjadi perajin.
2. Dukungan sosial keluarga dan masyarakat Keluarga, kerabat dekat, dan komunitas yang melatari kehidupan petani sering memberikan saran dan harapan yang besar untuk menjadi perajin. Mereka selalu memandang orangorang yang telah sukses berkat usaha menjadi seorang perajin industri kecil meskipun mereka masih berstatus magang atau buruh kontrak.
3. Sistem perekonomian Indonesia yang lebih mengutamakan sektor industri daripada pertanian Perekonomian negara kita yang terbawa arus globalisasi dan kepentingan neoliberalisme (para pemilik modal) telah mendorong lajunya industrialisasi. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa investasi yang mereka tanamkan lebih mengarah pada sektor industri.
4. Tingkat pendidikan yang rendah Rendahnya tingkat pendidikan mereka dan keahlian yang belum memadai membuat mereka tidak memiliki sistem kontrol diri yang kuat. Konsep diri yang lemah ini menyebabkan mereka mudah terbawa arus zaman.

BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan para petani melakukan mobilitas sosial menjadi perajin. Jika tidak ada suatu program penyadaran baik dari pemerintah maupun masyarakat setempat, dapat dipastikan hasil produksi pertanian akan makin berkurang sehingga negara pun akan mengimpor beras dari luar negeri. Akhirnya, diharapkan penelitian ini mampu memberikan penyadaran pada masyarakat dan dapat menjadi masukan untuk pihak-pihak yang berwenang memberikan kebajikan. Pihak-pihak tersebut misalnya para dewan legislatif dan eksekutif supaya memberikan arahan dan rencana pembangunan yang lebih berpihak pada sektor pertanian, terutama masyarakat miskin pedesaan.


DAFTAR PUSTAKA
• http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/pengertian-laporan/
• http://mikhaanitaria.blogspot.com/2010/04/laporan-ilmiah.html
• http://ilmucerdas.wordpress.com/profil/cara-penulisan-laporan-ilmiah/
• http://www.crayonpedia.org/mw/Menulis_laporan_sederhana_12.1_Mokhamad_Irman

PENGERTIAN PROPOSAL

Nama : VIVIAN
Npm : 11208268
Kelas : 3EA10
Mata kuliah : Softsklill Bahasa Indonesia 2
Tugas Bahasa Indonesia 2

I. LATAR BELAKANG
Memperluas wawasan dapat dilakukan dengan cara mengadakan kegiatan ilmiah. Misalnya seminar atau karya wisata. Sebelum melaksanakan suatu kegiatan, sbeaiknya membuat proposal terlebih dahulu. Proposal adalah usulan untuk melakukan suatu kegiatan. Proposal juga merupakan gambaran awal dari penelitian atau tulisan karya ilmiah yang akan dibuat. Proposal Penelitian terbagi menjadi 4 bagian yaitu:
1. Proposal Penelitian Pengembangan
2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
3. Proposal Penelitian Kualitatif
4. Proposal Penelitian Kuantitatif
Untuk lebih lengkapnya, akan dibahas di bawah ini.

II. PERMASALAHAN
Ada berapa macamkah proposal penelitian ?

III. PEMBAHASAN
Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Ada beberapa hal yang biasanya di detailkan dalam proposal bisnis:
a. Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama dari si penulis kepada pembacanya.
b. Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan si penulis kepada pembacanya.
c. Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses yang telah dijabarkan diatas sehingga mencapai tujuan yang diinginkan oleh si penulis dan juga si pembaca.

Proposal Penelitian dibagi menjadi 4 yaitu:
1. Proposal Penelitian Pengembangan
2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
3. Proposal Penelitian Kualitatif
4. Proposal Penelitian Kuantitati

1. Proposal Penelitian Pengembangan
Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah.

Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda.

Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.

2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.

Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah.

3. Proposal Penelitian Kualitatif
Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.

Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.

4. Proposal Penelitian Kuantitatif
Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

Dalam membuat judul penelitian, beberapa hal yang harus diketahui adalah judul itu harus:
1. Komunikatif, mudah dipahami maksudnya oleh pembaca
2. Memuat variabel penelitian
3. Menjawab apa yang ingin ditingkatkan
4. Dengan cara apa/upaya apa untuk meningkatkannya.
5. Sasaran dan Lokasi tercermin dalam judul
6. Banyak kata sekitar 15-20 kata

Judul penelitian hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas mewakili gambaran tentang masalah yang akan diteliti dan tindakan yang dipilih untuk menyelesaikan atau sebagai solusi terhadap masalah yang dihadapi. Alasan pemilihan judul juga harus:
* Menarik minat
* Layak diteliti
* Bermanfaat bagi masyarakat, dll.

Ada beberapa sistematika penulisan proposal yaitu :
1. Pendahuluan
2. Dasar Pemikiran
3. Tujuan Kegiatan
4. Tema Kegiatan
5. Jenis Kegiatan
6. Target Kegiatan
7. Sasaran / Peserta Kegiatan
8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
9. Anggaran Dana
10. Susunan Panitia
11. Jadwal Kegiatan
12. Penutup

Contoh Proposal Penulisan Ilmiah
PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAPPERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR.tbk
1.1 Latar Belakang
Dalam menghadapi krisis global yang telah melanda sistim perekonomian negara negara di seluruh dunia, yang dampaknya sangat berpengaruh terhadap usaha bisnis yang berhubungan dengan kegiatan investasi seperti pembiayaan, asuransi, bank, properti dan industri yang terkait dengan ekspor dan impor. Perusahaan dituntut mampu beradaptasi dengan situasi yang dapat mempengaruhi kinerja yang dimiliki perusahaan agar terhindar dari kebangkrutan dan tetap menjaga kelangsungan usahanya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan kebijakan yang menghasilkan efisiensi dan efektifitas. Untuk menerapkan kebijakan tersebut, dibutuhkan dana yang salah satunya dapat diperoleh dengan menerbitkan berbagai surat berharga di pasar modal. Salah satu jenis surat berharga yang paling umum diperjual belikan adalah saham yang merupakan bukti kepemilikan hak atas sebuah perusahaan.
Dibutuhkan kinerja perusahaan yang baik sehingga menarik para investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Semakin baik kinerja perusahaan, semakin tinggi laba usaha serta keuntungan yang di peroleh. Selain itu, kinerja yang dicapai oleh perusahaan akan berpengaruh terhadap harga saham dan perubahannya. Semakin baik kinerja perusahaan tersebut, akan berpengaruh terhadap peningkatan harga saham, begitupun sebaliknya.
Oleh karena itu, untuk memastikan kondisi kinerja keuangan perusahaan dalam keadaan baik atau buruk dan pengaruhnya terhadap perubahan harga saham, dilakukan analisis Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE).
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis bermaksud menyusun penulisan ilmiah dengan judul “PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAPPERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR.tbk”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, masalah dalam penulisan ilmiah ini diantaranya adalah :
1. Bagaimana menghitung Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER),Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE) untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan yang telah dicapai PT.INDOFOOD SUKSES MAKMUR.tbk periode 2006-2008 .
2. Apakah terdapat pengaruh dari pertumbuhan Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA) dan Return On Equity(ROE) terhadap perubahan harga saham PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR.tbk dalam periode 2006-2008.
1.3 Batasan Masalah
Untuk mendapatkan arah penulisan yang lebih baik sehingga tujuan penelitian dapat tercapai, maka penulis membatasi ruang lingkup permasalahan sebagai berikut :
1. Laporan keuangan perusahaan berupa laporan neraca dan laba rugi perusahaan tahun 2006-2008.
2. Perhitungan yang digunakan adalah Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE).
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dari penulisan ilmiah ini adalah
1. Untuk mengetahui kondisi kinerja laporan keuangan perusahaan dengan indikatorEarning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset(ROA) dan Return On Equity (ROE) pada PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR.tbk periode 2006-2008.
2. Untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA) dan Return On Equity(ROE) terhadap perubahan harga saham PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR.tbk dalam peeriode 2006-2008.
1.5 Metode Penelitian
1.5.1 Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah pertumbuhan Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio(PER), Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE) dari PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR.tbk yang di peroleh dari Pusat Referensi Pasar Modal, Gedung BEJ Tower lantai II, Jl. Jendral Sudirman kav. 52-53, Jakarta Pusat.
1.5.2 Metode Pengumpulan Data/Variabel
Untuk keperluan penulisan ini digunakan data sekunder yang diperoleh dengan cara melakukan :
• Studi kepustakaan
Pengumpulan data dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penulisan ilmiah ini sebagai dasar pengambilan kesimpulan.
• Studi Lapangan
Data diperoleh dari Pusat Referensi Pasar Modal di Gedung BEJ berupa laporan keuangan dan laporan perubahan harga saham.
1.5.3 Alat analisis yang Digunakan
Untuk menguji hipotesis dilakukan secara kuantitatif untuk menghitung apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara pertumbuhan Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA) & Return On Equity (ROE) terhadap perubahan harga saham PT, INDOFOOD SUKSES MAKMUR.tbk.
Alat analisis yang digunakan sebagai berikut :
1. Analisis Korelasi Parsial
2. Analisis Korelasi Berganda
3. Uji Regresi secara Simultan (Uji-F)
4. Uji Regresi secara Parsial (Uji-T)
1.6 Daftar Pustaka
Munawir.S, 1995. Analisis Laporan Keuangan, Edisi Empat, Liberty, Yogyakarta.
Habib,Arief, 2008. Kiat Jitu Peramalan Saham, ANDI, Yogyakarta.
Darmadji,Tjipto, dan Fakhruddin,M.Hendy, 2006. Pasar Modal di Indonesia, Edisi Dua, Salemba Empat, Jakarta.
Riyanto,Bambang, 1995. Dasar – Dasar Pembelanjaan Perusahaan, BPFE, Yogyakarta.
J.Fred Weston, dan Eugene F.Bringham, 1993. Manajemen Keuangan, Edisi Ketujuh, Erlangga, Jakarta.
Suwardjono, 2002, Akuntansi Pengantar, BPFE, Yogyakarta.
Suraidah, Dian. 2009. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Price Earning Ratio Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2003-2007. Skripsi FE Universitas Gunadarma.

IV. PENUTUP
Simpulan
Penelitian adalah:
1.Merupakan usaha untuk memperoleh fakta-fakta ataumengembangkan prinsip-prinsip menemukan, mengembangkan,menguji kebenaran.
2.Dengan cara/kegiatan mengumpulkan, mencatat dan menganalisa data informasi/keterangan.
3.Dikerjakan dengan sabar, hati-hati, sistematis dan berdasarkan ilmu pengetahuan dengan metode ilmiah
Proposal penelitian juga merupakan dokumen tertulis yang dibuat untuk mengkomunikasikan kepada pembimbing, penyandang dana, atau sponsor-sponsor penelitian tentang strategi yang akan digunakanpeneliti dalam memecahkan masalah.

Daftar Pustaka
• http://id.shvoong.com/society-and-news/environment/2043788-pengertian-proposal/
• http://ghadizluthu.blogspot.com/2010/06/pengertian-proposal.html
• http://www.scribd.com/doc/7750045/Proposal
• http://www.scribd.com/doc/13768551/Panduan-Penulisan-Proposal-Penelitian
• http://chipa-vanillafa.blogspot.com/2010/05/proposal-penulisan-ilmiah.html

Jumat, 11 Maret 2011

PERISTIWA KLIRING

PERISTIWA KLIRING




Latar Belakang Masalah
            Kliring adalah perhitungan utang piutang antara para peserta kliring ssecara terpusat di satu tempat dengan cara saling  menyerahkan surat-surat berharga dan surat-surat dagang yang talah ditetapkan untuk dapat diperhitungkan (clearing).
Dengan adanya kliring antarbank diharapkan pemakaian alat-alat lalu lintas pembayaran giral (cek, bilyet giro, nota debet, nota kredit dan lainnya) akan meningkat. Dari sini diharapkan akan terjadi lonjakan pula simpanan dana masyarakat di bank yang nantinya dapat dipakai untuk membiayai sektor-sektor produktif di masyarakat.


Pembahasan
Contoh kasus :
·        BI adalah tempat pertemuan antara Bank Siti dengan Bank Karman. Dengan persyaratan, masing-masing bank baik Bank Karman dan Bank Siti memiliki saldo atau rekening koran pada BI.
·        Gino merupakan nasabah dari Bank Siti.
·        Atun merupakan nasabah dari Bank Karman.

Kegiatannya :
Pada suatu hari Gino ingin membeli barang di Atun dimana pembayarannya menggunakan cek sebesar Rp 10.000.000,-. Pada saat itu transaksi di Bank Siti atas rekening Gino belum terjadi karena Atun belum mencairkan cek tersebut. Di lain pihak, Atun tidak ingin mencairkan cek tersebut melainkan cek tersebut akan ditabungkan oleh Atun ke tabungannya di Bank Karman. Pada saat Atun mendatangi Bank Karman untuk bermaksud menabungkan cek tersebut ke tabungannya, transaksi itu tidak langsung terjadi begitu saja melainkan pihak Bank Karman akan mengirimkan surat pemberitahuan kepada BI bahwa tabungan Gino yang ada di Bank Siti akan dipotong sebesar Rp 10.000.000,- dan uang tersebut akan ditabungkan di Bank Karman atas nama nasabah Atun, atas pembelian suatu barang sebesar Rp 10.000.000,-. Surat yang dikirimkan kepada BI ini sering disebut nota debet keluar. Dan mencatat transaksi tersebut dengan mendebet rekening koran pada BI dan mengkredit tabungan Atun yang masing-masing berjumlah Rp 10.000.000,-.
Setelah BI menerima surat dari Bank Karman maka selanjutnya BI pun mengirimkan surat kepada Bank Siti yang biasanya surat ini disebut Nota Debet Masuk. Dan secara otomatis BI mencatat transaksi dengan mendebet rekening koran pada Bank Siti sebesar Rp 10.000.000,- dan mengkredit rekening koran pada Bank Karman sebesar Rp 10.000.000,-. Dan pada akhirnya Bank Siti adalah ujung dari transaksi yang telah berlangsung. Pada saat Bank Siti menerima Nota Debet Masuk  dari BI maka secara otomatis mencatat transaksi dengan mendebet giro Gino sebesar Rp 10.000.000,- dan mengkredit rekening koran pada BI sebesar Rp 10.000.000,-.
            Demikian halnya, apabila terjadi sebaliknya dimana Atun ingin memberi kado kepada Gino karena Gino ulang tahun. Dimana pemberian kado itu berupa uang sebesar Rp 20.000.000,- tapi uang tersebut tidak langsung diberikan Atun kepada Gino melainkan uang tersebut akan dipindahkan ke rekening Gino yang ada pada Bank Siti. Kemudian Bank Karman akan mencatat transaksi tersebut dengan mendebet tabungan Atun sebesar Rp 20.000.000,- dan mengkredit rekening koran pada BI. Dan mengirim Nota Kredit Keluar ke BI.
Setelah Nota Kredit Keluar di terima oleh BI, maka selanjutnya BI akan mencatat transaksi dengan mendebet rekening koran Karman sebesar Rp 20.000.000,- dan mengkredit rekening koran Siti sebesar Rp 20.000.000,-. Dan selanjutnya, BI mengirim Nota Kredit Masuk ke Bank Siti.
Pada saat itu juga Bank Siti menerima surat dari BI, maka secara otomatis Bank Siti akan mencatat transaksi tersebut dengan mendebet rekening koran pada BI sebesar Rp 20.000.000,- dan mengkredit tabungan Gino sebesar sebesar Rp 20.000.000,-. Prose inilah yang dinamakan peristiwa kliring.


Kesimpulan
Dari peristiwa kliring diatas dapt disimpulkan bahwa :
1.      Jika Bank mengeluarkan Nota Debet Keluar maka, saldo Bank yang ada di BI akan bertambah. 
2.      Jika Bank mengeluarkan Nota Debet Masuk maka, saldo Bank yang ada di BI akan berkurang.
3.      Jika Bank mengeluarkan Nota Kredit Keluar maka, saldo Bank yang ada di BI akan berkurang.
4.      Jika Bank mengeluarkan Nota Kredit Masuk maka, saldo Bank yang ada di BI akan bertambah.

Dalam peristiwa Kliring, ada istilah kalah menang kliring. Jadi, jika ada peserta (bank) kliring yang mengalami kalah kliring itu artinya bank tersebut mendapat banyak kewajiban pembayaran ke sejumlah peserta (bank) kliring lainnya yang tak sebanding dengan hak (tagihan) pembayaran pada satu hari kerja kliring. Dan sebaliknya.




Tugas ke 2 Komp. Lembaga Keuangan Perbankan
Nama  : Vivian
NPM   : 11208268
Kelas  : 3ea10

ALIRAN KEUANGAN DUNIA

ALIRAN KEUANGAN DUNIA



Latar Belakang Masalah
Stabilitas sistem keuangan merupakan salah satu indikator penting dalam perkembangan ekonomi nasional yang mengacu pada kestabilan institusi keuangan itu sendiri dan stabilitas pasar yang tegabung dalam sistem keuangan. Lembaga keuangan dalam dunia keuangan bertindak selaku lembaga yang menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya, dimana pada umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah.
Sebagai masyarakat yang mempunyai uang berlebih (surplus) dan kekurangan (minus) akan mencari langkah yang efektif dalam mengatasi masalahnya masing-masing. Bagi mereka yang mempunyai uang berlebih maka mereka akan mengambil tindakan yang tepat guna menyimpan atau menginvestasikan uang mereka. Jika mereka akan menginvestasikan uang mereka maka ada beberapa lembaga keuangan yang bersedia menerima investasi tersebut. Lembaga keuangan yang ada antara lain berupa lembaga keuangan non Bank maupun Bank. Sedangkan bagi mereka yang kekurangan uang (minus), pilihan yang ditawarkan pun juga sama yaitu dengan mengajukan kredit kepada lembaga keuangan non Bank atau Bank. Ini merupakan alternatif bagi masing-masing debitor dan kreditor dalam langkah pengambilan keputusan yang tepat.


Pembahasan
Pada suatu kasus dimana A memiliki uang lebih (surplus) dan dimana B sebagai orang yang membutuhkan uang (minus). Dan Bank Siti adalah bank yang menjadi perantara antara A dan B (surplus dan minus).
Pada suatu hari A ingin menginvestasikan uangnya, maka A pun memilih Bank Siti untuk menyimpan uangnya dengan harapan dapat memperoleh bunga bank.
Pada saat itu juga B sedang memerlukan uang, maka B pun pergi ke Bank Siti untuk meminjam uang sebesar 10juta. Dalam hal ini, Bank Siti membebani B dengan bunga pinjaman. Biasanya bunga pinjaman lebih besar daripada bunga bank, dan selisihnya disebut dengan Interest Spread (keuntungan Bank). Maka pihak B pun memiliki tanggungan kepada Bank Siti sebesar 10juta, tetapi Bank Siti tidak bisa menanggung semua kerugian yang akan terjadi bila suatu hari B mengalami koleps. Bank Siti kemudian mengajak pihak lain untuk bersama-sama menanggung sisa resiko B. Pihak tersebut adalah Asuransi XYZ, dengan membayar premi sebagai tanda keanggotaan asuransi. Asuransi XYZ tidak sanggup menanggung kerugian sebesar 10juta, untuk itu asuransi XYZ bekerja sama dengan asuransi KLM yang biasa disebut Reasuransi. Asuransi XYZ hanya mampu menanggung 2,5juta dan sisanya ditanggung oleh asuransi KLM. Sama halnya dengan Asuransi XYZ, Asuransi KLM tidak mampu menanggung kerugian sebesar 7,5juta bila B jatuh bangkrut. Asuransi KLM hanya mampu menanggung 3juta, sehingga Asuransi KLM pun bekerjasama dengan Asuransi DEF, kerjasama ini biasanya disebut dengan Refrocussi. Asuransi DEF hanya menyanggupi untuk menanggung kerugian sebesar 4,5juta.
Demi kelancaran serta penambah pendapatan usahanya, Asuransi DEF membuat perusahaan baru yaitu PT. ZKY. Selain PT ZKY memperoleh pendapatan dari hasil produknya, PT ini juga mendapatkan pendapatan lain berupa deviden yaitu dengan saham yang ada di BEI (Bursa Efek Indonesia). Selain saham, BEI juga menghasilkan produk yang disebut obligasi atau surat hutang, yang menghasilkan diskonto. Selain deviden PT ZKY juga memperoleh capital gain dan diskonto dari surat hutang.
Disamping itu, PT ZKY mempunyai sebuah perusahaan khusus untuk selalu memantau keadaan saham di BEI. Perusahaan khusus itu adalah CLBK.
Pada saat itu, Bank Siti juga ingin menambah jumlah nasabahnya agar pendapatannya meningkat, maka ia pun bergabung dengan PT TD. Dimana PT TD ingin mencari nasabah sebanyak mungkin agar PT TD lebih maksimal dalam mendapatkan nasabah, maka PT TD pun mengajak INF untuk bekerja sama. INF itu sendiri bertugas untuk membuat kartu kredit agar nasabah tertarik dengan adanya kepraktisan tersebut sehingga mudah untuk melakukan transaksi perbankkan. Yang perlu diketahui INF adalah anak perusahaan dari PT ZKY. Yang artinya INF dikuasai dan diatur oleh PT ZKY.


Kesimpulan
Di dalam berkembang dan majunya suatu negara tergantung baik buruknya lembaga keuangan yang terdapat di negara tersebut. Semakin banyaknya lembaga keuangan yang ada akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas dari masing masing perusahaan agar dapat mendapatkan pangsa pasar dan mencapai tujuan perusahaan. Sehingga perusahaan akan terus mengembangkan dan mengemas perencanaan, strategi dan implementasi yang digunakan dalam menghadapi tantangan pesaing-pesaing dalam bidang yang sama.





Tugas 1 Komp. Lembaga Keuangan Perbankan
Nama  : Vivian
NPM   : 11208268
Kelas  : 3ea10

Rabu, 09 Maret 2011

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA

Penyebab Emosi Meledak-ledak
Sumber : Vera Farah Bararah – detikHealth

Jakarta, pernah kan melihat orang yang teriak-teriak marah atau wajahnya tegang dengan mata merah hanya gara-gara masalah sepele. Beberapa orang memang tidak mampu mengendalikan emosinya dengan baik dan mudah sekali marah. Apa sumber dari kemarahan yang irasional ini?

Kemarahan adalah salah satu jenis emosi yang alamiah, tapi jika emosi ini tidak dapat dikontrol dengan baik tentu bisa merugikan orang lain.

Para ahli kini mulai bertanya mengapa banyak sekali orang yang mudah marah, bahkan untuk suatu alasan yang tidak jelas.

Terdapat banyak penyebab umum orang menjadi mudah marah, beberapa sebab bisa segera diatasi tapi ada juga yang membutuhkan bantuan lain.

Seperti dikutip dari eHow, Senin (5/4/2010) ada beberapa hal yang menjadi pemicu seseorang mudah sekali marah, yaitu:
1.      Stres
Stres adalah penyebab paling umum seseorang menjadi galak atau mudah marah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kehidupan sehari-hari, lingkungan kerja atau banyaknya penyebab stres di lingkungan sekitar. Untuk mengatasinya, seseorang harus mengetahui terlebih dahulu apa penyebab stresnya. Setelah itu coba melihatnya dari sudut pandang netral dan tidak membiarkan emosi mempengaruhi penilaiannya.

2.      Kurang tidur
Seseorang yang memiliki jam tidur malam sedikit kemungkinan besar tumbuh menjadi orang yang mudah marah. Orang yang kurang tidur, akan selalu merasa capek dan lelah sehingga emosinya mudah tersulut. Untuk mengetahui berapa jumlah jam tidur yang diperlukan, cobalah bereksperimen di saat hari libur.

3.      Kondisi medis
Beberapa kondisi kesehatan yang terganggu seperti pilek, flu, sakit kepala atau ketidaknyaman fisik lainnya juga bisa membuat seseorang gampang marah.

4.      Masalah emosional
Segala masalah yang terkait dengan emosional bisa memicu seseorang untuk mudah marah. Untuk mengatasi kondisi ini bisa dengan mudah belajar meditasi atau program mengontrol emosi.

5.      Interaksi obat
Jika seseorang mengonsumsi berbagai obat sekaligus, ada kemungkinan interaksi antara satu obat dengan yang lain dapat membuat seseorang mudah tersinggung. Selain itu ada juga beberapa obat yang dapat membuat seseorang mudah marah jika berinteraksi dengan kafein. Karenanya kenali apa efek samping dan kontra indikasi dari tiap obat.

6.      Gen di dalam tubuh
Sebuah penelitian menunjukkan seseorang bisa sangat mudah marah sementara yang lainnya tidak tergantung pada gen yang ada di dalam tubuhnya. Salah satu gen yang dianggap menjadi penyebab orang mudah marah adalah DARPP-32, gen ini membuat seseorang mudah terprovokasi sehingga menjadi marah.

Seseorang yang memiliki sifat mudah marah memang bisa mengganggu orang-orang disekelilingnya. Karena itu kenali apa penyebabnya dan usahakan agar bisa mengendalikan emosi dan kemarahannya.

(ver/ir)


Menganalisis Kesalahan Berbahasa
1.      - Jakarta, pernah kan melihat orang yang teriak-teriak marah atau wajahnya tegang    dengan mata merah hanya gara-gara masalah sepele. ( kalimat yang salah)
Pembetulan kalimat :
- Jakarta, pernahkah melihat orang yang berteriak-teriak marah atau wajahnya tegang dengan mata merah hanya karena masalah kecil.
2.     Pada kalimat “Orang yang kurang tidur, akan selalu merasa capek dan lelah sehingga emosinya mudah tersulut” seharusnya pada kata tersulut diganti menjadi kata terbawa agar menjadi bahasa indonesia yang benar.
3.     Pada kata gampang marah diganti menjadi kata mudah marah.
4.     Tidak terdapat penempatan tanda baca setelah kalimat “selain itu” seharusnya setelah kalimat tersebut terdapat tanda baca berupa tanda koma.
5.      - Karenanya kenali apa efek samping dan kontra indikasi dari tiap obat ( kalimat yang salah)
Pembetulan kalimat :
- Oleh sebab itu, kenalilah apa saja efek samping dan kontra indikasi dari tiap obat.




Tulisan ke 2, Bahasa Indonesia 2
Nama  : Vivian
NPM   : 11208268
Kelas  : 3ea10

Sabtu, 05 Maret 2011

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA

Manajemen Dalam Hidup

 

Dalam setiap perusahaan peranan manajemen sangatlah penting sekali, karena setiap bagian atau pekerjaan di dalam perusahaan sangat dibutuhkan kemampuan manjemen agar setiap kegiatan perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan akhirnya mendapat keuntungan bagi perusahaan. Apabila dalam perusahaan setiap pekerja dan pekerjaan tidak mengenal manajemen maka tentu saja perusahaan tersebut tidak akan bertahan lama, apalagi di saat ini persaingan antar perusahaan sudah sangat ketat sekali. Dalam buku yang saya dapat, yaitu : ‘Pengantar Bisnis Modern’ yang di tulis oleh Dr. Basu Swasta DH., SE., MBA dan Ibnu Sukotjo W. SE, penerbit LIBERTY, Yogyakarta, Profesor Oei Liang Lee mengemukakan bahwa arti Manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasi serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu dalam suatu manajemen telah mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian serta pengawasan.
Sekarang ini, diharapkan setiap orang dapat memahami pentingnya manajemen, karena manajemen tidak hanya digunakan apabila sudah bekerja di perusahaan, tetapi manajemen juga di butuhkan dalam hidup sehari-hari, seperti saat kita Sekolah, mengerjakan tugas rumah, menyusun pengeluaran belanja keluarga, dsb. Selain diharapkan untuk memahami pentingnya manajemen, semua orang juga dituntut untuk mulai me ‘manage’ dirinya sendiri dengan baik, agar kelak di masa yang akan datang, hidupnya akan lebih terarah untuk mencapai kesuksesan.
Maka tidak heran bahwa orang-orang yang sekarang telah mendulang sukses, semua itu tidak lepas karena dirinya di masa lalu telah menerapkan manajemen, baik didalam hidupnya sendiri maupun lingkungan luar dan lingkungan perusahaan yang baik dan benar. Dalam hidup manajemen sebenarnya tidak dilihat apakah dia dari status kekayaan atau pun sebagainya, karena orang yang kurang mampu pun apabila dia melakukan manajemen hidupnya dengan baik, pasti dikemudian hari akan mencapai kesuksesan yang dia harapkan, dan mungkin semua orang yang didekatnya tidak akan percaya akan hal tersebut. Tidak sedikit orang-orang yang dianggap kurang mampu tersebut mencapai kesuksesan, Kita dapat mengetahui bahwa beberapa orang yang sekarang telah sukses dulunya merupakan orang yang kurang mampu, baik fisik maupun keuangan. Oleh karena itu, janganlah seseorang menganggap dirinya tidak sempurna atau tidak memiliki sesuatu kemampuan (skill) yang hebat, karena memang setiap manusia yang ada tidak ada yang sempurna, sedangkan untuk kemampuan itu sendiri dapat kita asah dan kita pelajari mulai dari sekarang, karena tidak ada hal yang tidak akan mungkin terjadi di dalam hidup ini apabila seseorang berusaha dan tidak menyerah. Oleh karena itu, mulailah dari sekarang kita me-Manage diri dan hidup kita sendiri dengan baik!!

Sumber : http://susianty.wordpress.com/page/3/

 



Menganalisis Kesalahan Berbahasa
-        Penulisan gelar pada Dr. Basu Swasta DH., SE., MBA dan Ibnu Sukotjo W. SE seharusnya yang benar adalah Dr. Basu Swasta DH., S.E, MBA dan Ibnu Suktjo W. S.E
-        Pada kalimat “apalagi di saat ini persaingan antar perusahaan sudah sangat ketat sekali” seharusnya pada kata apalagi diubah menjadi kata sedangkan dan pada kata sekali seharusnya tidak perlu digunakan lagi karena sudah terdapat kata sangat didepannya.
-        Pada kalimat “agar kelak di masa yang akan datang, hidupnya akan lebih terarah untuk mencapai kesuksesan”. Pada kata kelak tidak perlu digunakan karena kata kelak menyatakan masa yang akan datang, itu sama saja mengulang kembali kata yang sudah digunakan.
-        Tidak terdapat penempatan tanda baca setelah kalimat “oleh karena itu” dan “maka” seharusnya setelah kalimat tersebut terdapat tanda baca berupa tanda koma.
-        Pada kalimat “karena memang setiap manusia yang ada tidak ada yang sempurna” seharusnya kata memang tidak perlu digunakan agar tidak terjadi kerancuan kalimat.




Tulisan ke 1 Bahasa Indonesia 2
Nama  : Vivian
NPM   : 11208268
Kelas  : 3ea10