Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA 2. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2011

RESENSI


Nama               : VIVIAN
Npm                : 11208268
Kelas               : 3EA10
Mata kuliah     : Softskill Bahasa Indonesia 2
Tugas Bahasa Indonesia 2

Pengertian Resensi
Kata "Resensi" berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja "revidere" atau "recensere" yang memilik arti melihat kembali, menimbang atau menilai. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review, sedangkan dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah recensie.
Jadi pengertian resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku. Dengan demikian, resensi dapat juga dikatakan sebagai suatu komentar atau ulasan seorang penulis atas sebuah hasil karya, baik buku, film, karya seni, maupun produk yang lain. Bahasa yang digunakan dalam meresensi hendaklah bahasa yang denotatif karena ingin menyajikan fakta secara ilmiah dan objektif.

Tujuan Menulis Resensi
Tujuan meresensi buku bermacam-macam, diantaranya :
1.      Penulis ingin menjembatani keiginan atau selera penulis kepada pembacanya.
2.      Penulis resensi ingin menyampaikan informasi kepada pembacanya, apakah hasil karya yang diresensi layak atau tidak untuk mendapat sambutan dari masyarakat.
3.      Memotivasi pembaca  untuk membaca buku tersebut secara langsung.
4.      Penulis resensi dapat pula mengkritik, mengoreksi, atau memperihatkan kualitas buku, baik kelebihan maupun kekurangannya.
5.      Penulis resensi mengharapkan memperoleh honorarium atau imbalan dari media cetak yang memuat resensinya.

Materi yang Diresensi
a.       Landasan filosofi penulis karya asli
b.      Kekuatan dan kelemahan karya yang diresensi
c.       Substansi karya yang diresensi bagian per bagian, bab per ab
d.      Fisik karya yang diresensi, termasuk ukuran buku, kertas, huruf yang digunakan, tinta, warna, jilid, gambar dan ilustrasi.

Langkah-langkah Meresensi Sebuah Karya
            Langkah dan teknik meresensi suatu karya lazimnya mengikuti tahapan berikut :
1.      Mengamati suatu karya
2.      Membaca isi suatu karya
3.      Membuat ringkasan
4.      Memaparkan isi dan mutu suatu karya

Contoh Resensi

Judul                : Bocah Penjinak Angin : Perjuangan Membangkitkan Arus Listrik dan Harapan di Tengah Padang Afrika
Penulis             : William Kamkwamba dan Bryan Mealer
Penerbit           : Literati
Terbit               : I April 2011
Tebal               : 396 halaman

"Aku mencengkeram buluh dan kabel, menunggu datangnya keajaiban. Akhirnya saat itu tiba, awalnya hanya terlihat sepercik cahaya yang berpijar di tanganku, kemudian muncul sebuah gelombang cahaya yang megah. Orang-orang di bawah terkesiap, anak-anak saling dorong agar dapat melihat lebih jelas.

"Ternyata berhasil!" seseorang berkata, "Ya," kata lain. "Anak itu sudah berhasil melakukannya."

Malawi di tahun 2002 bagaikan mimpi buruk bagi rakyat negara kecil di Tenggara Afrika itu. Banjir yang diikuti oleh kekeringan dan gagal panen menyebabkan kelaparan yang membunuh ribuan orang. Bencana ini juga memaksa William Kamkwamba putus sekolah karena ayahnya, seorang petani jagung dan tembakau, tak mampu membayar uang sekolah.

Di negeri tempat itu ilmu pengetahuan masih merupakan misteri, William bercita-cita membangun kicir angin untuk membangkitkan listrik dan mengalirkan air ke ladang orangtuanya agar keluarga mereka tak kelaparan lagi. Modal bocah 14 tahun ini hanyalah pengetahuan listrik dasar dari buku-buku di perpustakaan lokal serta barang-barang bekas yang ia temukan di sana-sini, mulai dari sepedah tua ayahnya sampai tali jemuran ibunya.

Ketika kicir angin buatannya berfungsi, William tak hanya berhasil membangkitkan listrik- suatu kemewahan yang hanya dapat dinikmati 2 persen rakyat Malawi- ia juga membangkitkan harapan. Berita mengenai magetsi a mphepo - mesin listrik - ini tersebar hingga ke luar Malawi dan William pun mendapati dirinya berkeliling dunia untuk menceritakan kisah ini.  Dituturkan dengan lucu dan menyentuh, Bocah Penjinak Angin adalah kisah nyata tentang kegigihan seorang anak manusia yang melihat kesulitan sebagai tantangan, dan bangkit untuk menaklukkannya.

Sumber
Prof. Dr. E. Zaenal Arifin, M.Hum. dan Drs. S. Amran Tasai, M.Hum. “Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi” Edisi Revisi 2009 Penerbit Akademika Pressindo Jakarta 2009.

Minggu, 01 Mei 2011

RINGKASAN


Nama               : VIVIAN
Npm                : 11208268
Kelas               : 3EA10
Mata kuliah      : Softskill Bahasa Indonesia 2
Tulisan Bahasa Indonesia 2

Pengertian Ringkasan
            Ringkasan berasal dari bentuk dasar “ringkas” yang berarti singkat, pendek dari bentuk yang panjang. Hal ini dipakai untuk mengatakan suatu bentuk karangan panjang yang dihadirkan dalam jumlah singkat. Suatu ringkasan disajikan dalam bentuk yang lebih pendek dari tulisan aslinya dengan berpedoman pada keutuhan topik dan gagasan yang ada di dalam  tulisan aslinya yang panjang itu.
Ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli, sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proporsional tetap di pertahankan dalam bentuknya yang singkat atau suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk yang singkat. Kata précis berarti memotong atau memangkas.
Tujuan membuat ringkasan adalah memahami dan mengetahui isi sebuah buku atau karangan.

Langkah-langkah Membuat Ringkasan
1.        Membaca naskah
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membaca naskah asli. Pembacaan naskah asli dapatdlakukan secara berulang-ulang agar pembaca dapat memahami isi dari naskah tersebut. Dengan membaca secara cermat, pembaca dapat mengetahui sudut pandang pengarang serta kesan umum yang ada di dalam tulisan itu.
2.        Mencatat gagasan utama
Maksud dari mencatat gagasan utama adalah mencatat bagian-bagian penting. Gagasan utama itu berupa inti bacaan. Tujuan dari pencatatan gagasan utama itu adalah mengendalian pikiran pembaca dalam penulisan ringkasan, dan memilah hal-hal penting dan tidak penting.
3.        Mengadakan reproduksi
Yang dimaksud adalah menulis ringkasan yang telah dibaca. Penulisan ringkasan dilakukan setelah melalui 2 tahap pertama yaitu penulisan yang didasarkan urutan yang terdapat pada sumber asli atau karangan aslinya dan yang kedua ringkasan yang dihasilkan sebaiknya memakai kalimat yang pendek-pendek serta ringkasan tidak boleh diisi dengan interprestasi sendiri.

Manfaat Membuat Ringkasan
1.        Karena dengan meringkas kita dapat memudahkan membaca isi yang penting-penting.
2.        Dengan meringkas kita dapat mengingat lebih mudah.
3.        Lebih memahami setelah kita meringkas sehingga tidak mudah lupa.

Sumber :
Prof. Dr. E. Zaenal Arifin, M.Hum. dan Drs. S. Amran Tasai, M.Hum. “Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi” Edisi Revisi 2009 Penerbit Akademika Pressindo Jakarta 2009.

Minggu, 03 April 2011

PENGARUH BAHASA GAUL TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA

Nama               : VIVIAN
Npm                : 11208268
Kelas               : 3EA10
Mata kuliah     : Softsklill Bahasa Indonesia 2
Tulisan Bahasa Indonesia 2


PENDAHULUAN
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, yang berfungsi sebagai alat komunikasi mempunyai peran sebagai penyampai informasi. Kebenaran berbahasa akan berpengaruh terhadap kebenaran informasi yang disampaikan. Berbagai fenomena yang berdampak buruk pada kebenaran berbahasa yang disesuaikan dengan kaidahnya, dalam hal ini berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.
Dewasa ini pemakaian bahasa Indonesia baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia film mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal dengan bahasa gaul. Interferensi bahasa gaul kadang muncul dalam penggunaan bahasa Indonesia dalam situasi resmi yang mengakibatkan penggunaan bahasa tidak baik dan tidak benar.
Bahasa gaul merupakan salah satu cabang dari bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk pergaulan. Istilah ini mulai muncul pada akhir ahun 1980-an. Pada saat itu bahasa gaul dikenal sebagai bahasanya para bajingan atau anak jalanan disebabkan arti kata prokem dalam pergaulan sebagai preman.
Sehubungan dengan semakin maraknya penggunaan bahasa gaul yang digunakan oleh sebagian masyarakat modern, perlu adanya tindakan dari semua pihak yang peduli terhadap eksistensi bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional, bahasa persatuan, dan bahasa pengantar dalam dunia pendidikan.
Dewasa ini, bahasa prokem mengalami pergeseran fungsi dari bahasa rahasia menjadi bahasa gaul. Dalam konteks kekinian, bahasa gaul merupakan dialek bahasa Indonesia non-formal yang terutama digunakan di suatu daerah atau komunitas tertentu. Penggunaan bahasa gaul menjadi lebih dikenal khalayak ramai setelah Debby Sahertian mengumpulkan kosa-kata yang digunakan dalam komunitas tersebut dan menerbitkan kamus yang bernama Kamus Bahasa Gaul pada tahun 1999.


STRUKTUR BAHASA GAUL
Ragam bahasa gaul remaja memiliki ciri khusus, singkat, lincah dan kreatif. Kata-kata yang digunakan cenderung pendek, sementara kata yang agak panjang akan diperpendek melalui proses morfologi atau menggantinya dengan kata yang lebih pendek seperti “memang – emang”.
Kalimat-kalimat yang digunakan kebanyakan berstruktur kalimat tunggal. Bentuk-bentuk elip juga banyak digunakan untuk membuat susunan kalimat menjadi lebih pendek sehingga seringkali dijumpai kalimat-kalimat yang tidak lengkap. Dengan menggunakan struktur yang pendek, pengungkapan makna menjadi lebih cepat yang sering membuat pendengar yang bukan penutur asli bahasa Indonesia mengalami kesulitan untuk memahaminya. (Nyoman Riasa)
1.      Pengunaan awalan e
Kata emang itu bentukan dari kata memang yang disispi bunyi e. Disini jelas terjadi pemendekan kata berupa mengilangkan huruf depan (m). Sehingga terjadi perbedaan saat melafalkan kata tersebut dan merancu dari kata aslinya.
2.      Kombinasi k, a, g
Kata kagak bentukan dari kata tidak yang bunyinya tid diganti kag. Huruf konsonan pada kata pertama diganti dengan k huruf vocal i diganti a. Huruf konsonan kedua diganti g. sehingga kata tidak menjadi kagak.
3.      Sisipan e
Kata temen merupakan bentukan dari kata teman yang huruf vocal a menjadi e. Hal ini mengakibatkan terjadinya perbedaan pelafalan.

PENGGUNAAN BAHASA GAUL DI KALANGAN REMAJA
Bahasa-bahasa yang dipakai oleh kaum yang terbuang di zaman dahulu itu kini marak dipakai di kalangan remaja. Kata-kata seperti bokap, nyokap, bonyok, pembokat, dll. seperti sudah tidak asing lagi di telinga, karena istilah-istilah itu sudah sering sekali diucapkan para remaja di Indonesia. Dalam perkembangannya justru remaja-remaja inilah yang lebih banyak menggunakan bahasa gaul untuk digunakan dalam percakapan sehari-hari bersama teman-temannya.
Remaja memiliki peran yang besar dalam perkembangan bahasa gaul ini, karena saat remaja adalah saat di mana aspek kognitif berkembang dengan pesat. Pada tahap ini, manusia cenderung lebih menunjukkan kapasitas abstraknya, yakni dengan menggunakan bahasa yang hanya bisa dimengerti oleh mereka sendiri (Papalia: 2004). Sejalan dengan perkembangan kognitifnya, perkembangan bahasa remaja mengalami peningkatan pesat.
Kosakata remaja terus mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya referensi bacaan dengan topik-topik yang lebih kompleks.
Menurut Owen (dalam Papalia: 2004) remaja mulai peka dengan kata-kata yang memiliki makna ganda. Mereka menyukai penggunaan metafora, ironi, dan bermain dengan kata-kata untuk mengekspresikan pendapat mereka. Terkadang mereka menciptakan ungkapan-ungkapan baru yang sifatnya tidak baku. Bahasa seperti inilah yang kemudian banyak dikenal dengan istilah bahasa gaul.
Di samping merupakan bagian dari proses perkembangan kognitif, munculnya penggunaan bahasa gaul juga merupakan ciri dari perkembangan psikososial remaja. Menurut Erikson (1968), remaja memasuki tahapan psikososial yang disebut sebagai identity versus role confusion. Hal yang dominan terjadi pada tahapan ini adalah pencarian dan pembentukan identitas. Remaja ingin diakui sebagai individu unik yang memiliki identitas sendiri yang terlepas dari dunia anak-anak maupun dewasa. Penggunaan bahasa gaul ini merupakan bagian dari proses perkembangan mereka sebagai identitas independensi mereka dari dunia orang dewasa dan anak-anak.
Media cetak maupun media elektronik termasuk sarana dalam memperkenalkan bahasa gaul. Bahasa gaul dalam pemakaiannya berbentuk macam-macam, di antaranya bahasa gaul yang digunakan dalam stiker, film, novel, cerpen, tabloid, majalah, radio, internet, dan pada saat komunikasi melalui Short Messages Service (SMS).
Kehadiran bahasa gaul itu dapat dianggap wajar karena sesuai dengan tuntutan perkembangan nurani anak usia remaja. Masa pemakainya terbatas pada situasi tidak resmi. Jika mereka berada di luar dari lingkungan kelompoknya bahasa yang digunakan beralih ke bahasa lain yang berlaku di tempat umum itu. Kehadirannya dalam lingkungan bahasa daerah atau bahasa Indonesia sesungguhnya tidak perlu dirisaukan karena bahasa itu masing-masing muncul dan berkembang sesuai dengan fungsi dan keperluan masing-masing.
Keaktifan sehari-hari para remaja lebih banyak berkaitan dengan kehidupan keluarga, keadaan sekolah, dan/atau perguruan tinggi, serta masalah-masalah kenakalan remaja. Ini menyiratkan bahwa kosakata yang timbul kemudian mengacu pada hal dan masalah sekitar rumah, pergaulan, pendidikan, dan kenakalan remaja yang terungkap dengan istilah kekerabatan, kata ganti orang, masalah seks, narkotik dan obat-obatan sejenis serta minuman keras. Hal ini sama sekali tidak berarti bahwa semua kosakata yang dulunya diciptakan oleh kaum preman sama sekali tidak digunakan para pemuda dan remaja, tetapi fungsi suatu benda dalam suatu kelompok, yang bentuknya juga dikenal anggota kelompok lain, tentulah berbeda.
Dari uraian di atas tampak bahwa perbedaan bahasa gaul antara preman dan para remaja masa kini terjadi karena penuturnya berbeda, fungsi dan tujuan pemakaiannya pun berbeda. Kaum preman melakukan tindakan kejahatan, para pemuda dan remaja suka bergembira dan bergaul dengan sesamanya. Setelah bahasa gaul ini lebih banyak digunakan para pemuda dan remaja pengertian bahasa gaul atau bahasa prokem ini telah berubah atau lebih tepat dikatakan bergeser maknanya.
Bahasa gaul ini tidak lagi disediakan dengan bentuk dan rumus atau kode bahasa itu, melainkan lebih ditonjolkan sebagai bahasa kode atau sandi yang dipakai oleh kelompok tertentu, dalam hal ini para pemuda dan remaja. Setiap kelompok dapat saja memberi inpterpretasi yang berbeda-beda menurut pengertian masing-masing, karena itu, dapat kita temukan sejumlah variasi dalam pemakaian kalimat bahasa Indonesia. Inilah yang merupakan salah satu ciri pembeda bahasa gaul kaum preman, pencetus dan pencipta bahasa ini, dengan bahasa gaul kaum pemuda dan remaja saat ini.

BAHASA GAUL MASA KINI
Seiring dengan perkembangan zaman, dan perkembangan teknologi, bahasa gaul itu tidak hanya sekadar istilah, namun juga meluas ke tulisannya. Tulisan-tulisan gaul itu dipicu oleh makin maraknya penggunaan fasilitas sosialisasi seperti Yahoo Messenger, Friendster, Facebook, dll. yang tentu saja dalam penggunaannya lebih banyak menggunakan tulisan daripada lisan. Karena pengaruh itulah muncul tulisan-tulisan yang terlihat aneh dan sulit dibaca, seperti menggunakan huruf kapital dan biasa secara bergantian antara satu huruf dengan huruf yang lainnya dalam satu kata, atau menggunakan angka untuk mengganti huruf. Selain itu juga biasanya mereka menyingkat kata. Contoh tulisan dengan huruf yang berganti kapital dan tidak kapital bAhAsA iNdOnEsIa dan ini contoh kata yang menggunakan angka sebagai pengganti huruf b4h454 1nd0n3514 atau kata yang berupa singkatan bhs indnsa.
Dengan munculnya tulisan-tulisan hasil kreasi anak muda ini, bahasa gaul dunia maya menjadi sulit dimengerti, terutama kalau sudah berbentuk kalimat panjang yang berupa curahan hati. Tulisan-tulisan seperti itu sekarang lebih populer disebut dengan bahasa alay. Berikut adalah contoh tulisan curahan hati pengguna huruf gaul atau alay di sebuah situs jejaring sosial: cXnK qMoh tO cKiDnAAAAaaaAaAaaaa……. (sayang kamu tuh sakitnya) m_tHa apOn YoH……………… (minta ampun ya) qoH tLuZ”aN uCHA bWaD tTeP qEqEUh cXnK qMo………. (aku terus terusan berusaha buat tetep kekeuh sayang kamu).

POSISI BAHASA DAN TULISAN GAUL DALAM MASYARAKAT
Bahasa gaul rupanya tidak cuma menarik untuk para penggunanya, namun menarik juga untuk diseminarkan. Buktinya, pada tahun 2005 yang lalu pernah digelar acara diskusi "Bahasa Slang, Bahasa Gaul dalam Dinamika Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing" di Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional. Yang menjadi pembicaranya antara lain seniman Remy Silado dan Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Dendy Sugono.
Menurut Dendy, bisa saja istilah-istilah gaul dicantumkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang akan diterbitkan pada tahun 2008. Di samping itu, Pusat Bahasa Depdiknas pun akan mengeluarkan KBBI yang hanya memuat istilah-istilah baku. Dengan kata lain, jika inisiatif Dendy Sugono ini terlaksana, pada tahun 2008 akan ada dua versi KBBI yang salah satunya akan mencantumkan istilah-istilah gaul.


Dapat kita simpulkan banyaknya kalangan remaja menggunakan bahasa gaul adakah akibat dari perkembangan zaman yang kian mengalami kemajuan baik dari dunia pendidikan sampai teknologi.
Gejala bahasa yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia dianggap sebagai penyimpangan terhadap bahasa. Kurangnya kesadaran untuk mencintai bahasa di negeri sendiri berdampak pada tergilasnya atau lunturnya bahasa Indonesia dalam pemakaiannya dalam masyarakat terutama dikalangan remaja.
Apalagi dengan maraknya dunia kalangan artis menggunakan bahasa gaul di media massa dan elektronik, membuat remaja semakin sering menirukannya di kehidupan sehari-hari hal ini sudah menjadi wajar karena remaja suka meniru hal-hal yang baru.

DAFTAR PUSTAKA

CARA PENULISAN LAPORAN ILMIAH

Nama          : VIVIAN
Npm           : 11208268
Kelas          : 3EA10
Mata kuliah : Softsklill Bahasa Indonesia 2
Tugas Bahasa Indonesia 2

PENGERTIAN LAPORAN
     Laporan merupakan hal yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian laporan menurut F X Soedjadi mendefinisikan sebagai berikut:
1. Suatu bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara  lisan maupun tulisan dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang (authority) dan tanggung jawab (responsibility) yang ada antara mereka.
2. Salah satu cara pelaksanaan komunikasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lain.

Manfaat Laporan bagi perusahaan:
a. Merupakan perwujudan dari responsibility pelapor terhadap tugas yang di limpahkan.
b. Sebagai alat untuk memperlancar kerjasama dan koordinasi maupun komunikasi yang saling mempengaruhi antara perseorangan dalam organisasi.
c. Sebagai alat untuk membuat budgeting (anggaran), pelaksanaan, pengawasan, pengendalian maupun pengambilan keputusan.
d. Sebagai alat untuk menukar informasi yang saling dibutuhkan dalam pekerjaan.

     Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan (E.Zaenal Arifin,1993).
Dan menurut Nafron Hasjim & Amran Tasai (1992) Karangan ilmiah adalah tulisan yang mengandung kebenaran secara obyektif karena didukung oleh data yang benar dan disajikan dengan penalaran serta analisis yang berdasarkan metode ilmiah.
     Laporan ilmiah adalah bentuk tulisan ilmiah yang disusun berdasarkan data setelah penulis melakukan percobaan, peninjauan, pengamatan, atau membaca artikel ilmiah.
Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan tentang laporan ilmiah yaitu :
1. Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu
kegiatan ilmiah.
2. Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
3. Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
4. Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
5. Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.
6. Laporan ilmiah, umumnya, mempunyai garis besar isi (outline) yang berbeda-beda, bergantung dari bidang yang dikaji dan pembaca laporan tersebut. Namun, umumnya, isi laporan terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup.

JENIS LAPORAN ILMIAH
a. Laporan Lengkap (Monograf).
1. Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh.
2. Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
3. Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis.
4. Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai.
5. Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).

b. Artikel Ilmiah
1) Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap.
2) Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif.
3) Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap

c. Laporan Ringkas
Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).

FORMAT LAPORAN ILMIAH
     Ada berbagai macam format penulisan. Namun perbedaan di antara format format yang ada jangan terlalu dipermasalahkan. Hal yang perlu diperhatikan adalah:
1. Pembaca dapat memahami dengan jelas bahwa penelitian telah dilakukan tujuan dan hasilnya.
2. Langkah-langkah medannya jelas, agar jika pembaca tertarik dapat mengulang kembali.
3. Pada dasarnya ada dua bentuk sistematika penulisan ilmiah, yaitu penulisan proposal penelitian dan laporan hasil penelitian. Pada umumnya sistematika penulisan proposal penelitian dan penulisan laporan penelitian sebagai berikut :
a. Bagian awal
• Halaman judul
• Halaman persetujuan dan pengesahan (pada laporan penelitian, sebelum halaman kata pengantar dicantumkan intisari /abstrak)
• Halamn kata pengantar atau prakata
• Daftar isi
• Daftar tabel (jika ada)
• Daftar gambar (jika ada)
• Daftar lampiran (jika ada)
b. Bagian Utama
BAB I PENDAHULUAN
• Latar Belakang Masalah
• Rumusan masalah
• Tujuan penelitian
• Ruang lingkup
• Manfaat penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
• Landasan teori/ tinjauan teoretis
• Kerangka teori
• Kerangka konsep
• Hipotesis atau pertamyaan penelitian (jika ada hipotesis)
BAB III METODE PENELITIAN ATAU CARA PENELITIAN
• Jenis penelitian
• Populasi sample (untuk penelitian disertai unit penelitian )
• Variabel penelitian (untuk penelitian laboratorium / eksperimental, sebelum variabel penelitian dicantumkan bahan dan alat)
• Definisi operasioanal variabel atau istilah-istilah lain yang digunakan untuk memberi batasan operasional agar jelas yang dimahsud dalam penelitian itu.
• Desain/rancangan penelitian (tidak harus, kecuali pada penelitian eksperimental)
• Lokasi dan waktu penelitian
• Teknik pengumplan data.
• Instrumen penelitian yang digunakan
• Pengolahan dan Analisis data
• Khusus laporan penelitian dilanjutkan dengan bab IV -VI berikut ini :
BAB IV – HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V – KESIMPULAN DAN SARAN
BAB VI – RINGKASAN
c. Bagian Akhir
1. Daftar pustaka
2. Lampiran – lampiran :
• Instrumen penelitian
• Berbagai data sekunder yang diperlukan
• Anggaran penelitian
• Jadwal penelitian

Contoh Laporan Ilmiah Sederhana
Laporan Penelitian Magang sebagai Jembatan Mobilitas Sosial dari Petani menjadi Perajin
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Perajin sering dipandang memiliki status sosial yang lebih tinggi daripada petani. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa seorang perajin biasanya bekerja di dalam rumah, terlindung dari terik sinar matahari sehingga suasananya tampak nyaman. Sebaliknya, petani harus bekerja di sawah, di bawah sengatan sinar matahari, dan kadang harus bergumul dengan kotoran-kotoran yang berbau tidak sedap. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika sebagian masyarakat pedesaan masih menganggap bahwa pekerjaan perajin lebih berprestise daripada petani meskipun hanya menjadi perajin industri kecil dengan skala usaha yang masih terbatas. Lapangan pekerjaan di sektor industri kecil yang makin terbuka menyebabkan terjadinya mobilitas sosial dari petani menjadi perajin. Meskipun sebenarnya mereka belum memiliki keahlian yang memadai, terlebih lagi tingkat pendidikan mereka sebagian besar (73%) masih berpendidikan SD ke bawah. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa produktivitas kerja dan hasil yang mereka peroleh masih rendah. Berkaitan dengan hal di atas, perlu diadakan penelitian yang saksama mengenai mobilitas sosial dan petani menjadi perajin. Dalam laporan ini, objek penelitiannya adalah masyarakat pedesaan di sekitas Surakarta, Jawa Tengah.

BAB II
TUJUAN PENELITIAN

1. Menelaah penyebab terjadinya mobilitas sosial dari petani menjadi perajin
2. Memberikan penyadaran pada masyarakat dampak industrialisasi

BAB III
METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan survei secara kualitatif dengan cara melakukan wawancara dengan narasumber. Digunakannya metodologi kualitatif agar hasil yang dicapai benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Adapun langkah-langkah kerjanya sebagai berikut.
1. Menentukan objek penelitian
2. Melakukan wawancara dengan narasumber
3. Mengklasifikasi masalah
4. Merumuskan masalah
5. Memberikan solusi/simpulan

BAB IV
HASIL PENELITIAN

Berdasarkan survei yang telah dilakukan, ada beberapa faktor yang menyebabkan mobilitas sosial dari petani menjadi perajin melalui proses magang sebagai berikut.
1. Pengaruh media masa Media massa baik berupa media elektronik maupun cetak telah membawa pengaruh yang besar terhadap pola pikir masyarakat pedesaan. Selama ini, media massa selalu mengangkat kesuksesankesuksesan seorang perajin. Dengan demikian, lambat laun opini publik tersebut akhirnya mendorong keinginan petani untuk menjadi perajin.
2. Dukungan sosial keluarga dan masyarakat Keluarga, kerabat dekat, dan komunitas yang melatari kehidupan petani sering memberikan saran dan harapan yang besar untuk menjadi perajin. Mereka selalu memandang orangorang yang telah sukses berkat usaha menjadi seorang perajin industri kecil meskipun mereka masih berstatus magang atau buruh kontrak.
3. Sistem perekonomian Indonesia yang lebih mengutamakan sektor industri daripada pertanian Perekonomian negara kita yang terbawa arus globalisasi dan kepentingan neoliberalisme (para pemilik modal) telah mendorong lajunya industrialisasi. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa investasi yang mereka tanamkan lebih mengarah pada sektor industri.
4. Tingkat pendidikan yang rendah Rendahnya tingkat pendidikan mereka dan keahlian yang belum memadai membuat mereka tidak memiliki sistem kontrol diri yang kuat. Konsep diri yang lemah ini menyebabkan mereka mudah terbawa arus zaman.

BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan para petani melakukan mobilitas sosial menjadi perajin. Jika tidak ada suatu program penyadaran baik dari pemerintah maupun masyarakat setempat, dapat dipastikan hasil produksi pertanian akan makin berkurang sehingga negara pun akan mengimpor beras dari luar negeri. Akhirnya, diharapkan penelitian ini mampu memberikan penyadaran pada masyarakat dan dapat menjadi masukan untuk pihak-pihak yang berwenang memberikan kebajikan. Pihak-pihak tersebut misalnya para dewan legislatif dan eksekutif supaya memberikan arahan dan rencana pembangunan yang lebih berpihak pada sektor pertanian, terutama masyarakat miskin pedesaan.


DAFTAR PUSTAKA
• http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/pengertian-laporan/
• http://mikhaanitaria.blogspot.com/2010/04/laporan-ilmiah.html
• http://ilmucerdas.wordpress.com/profil/cara-penulisan-laporan-ilmiah/
• http://www.crayonpedia.org/mw/Menulis_laporan_sederhana_12.1_Mokhamad_Irman

PENGERTIAN PROPOSAL

Nama : VIVIAN
Npm : 11208268
Kelas : 3EA10
Mata kuliah : Softsklill Bahasa Indonesia 2
Tugas Bahasa Indonesia 2

I. LATAR BELAKANG
Memperluas wawasan dapat dilakukan dengan cara mengadakan kegiatan ilmiah. Misalnya seminar atau karya wisata. Sebelum melaksanakan suatu kegiatan, sbeaiknya membuat proposal terlebih dahulu. Proposal adalah usulan untuk melakukan suatu kegiatan. Proposal juga merupakan gambaran awal dari penelitian atau tulisan karya ilmiah yang akan dibuat. Proposal Penelitian terbagi menjadi 4 bagian yaitu:
1. Proposal Penelitian Pengembangan
2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
3. Proposal Penelitian Kualitatif
4. Proposal Penelitian Kuantitatif
Untuk lebih lengkapnya, akan dibahas di bawah ini.

II. PERMASALAHAN
Ada berapa macamkah proposal penelitian ?

III. PEMBAHASAN
Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Ada beberapa hal yang biasanya di detailkan dalam proposal bisnis:
a. Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama dari si penulis kepada pembacanya.
b. Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan si penulis kepada pembacanya.
c. Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses yang telah dijabarkan diatas sehingga mencapai tujuan yang diinginkan oleh si penulis dan juga si pembaca.

Proposal Penelitian dibagi menjadi 4 yaitu:
1. Proposal Penelitian Pengembangan
2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
3. Proposal Penelitian Kualitatif
4. Proposal Penelitian Kuantitati

1. Proposal Penelitian Pengembangan
Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah.

Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda.

Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.

2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.

Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah.

3. Proposal Penelitian Kualitatif
Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.

Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.

4. Proposal Penelitian Kuantitatif
Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

Dalam membuat judul penelitian, beberapa hal yang harus diketahui adalah judul itu harus:
1. Komunikatif, mudah dipahami maksudnya oleh pembaca
2. Memuat variabel penelitian
3. Menjawab apa yang ingin ditingkatkan
4. Dengan cara apa/upaya apa untuk meningkatkannya.
5. Sasaran dan Lokasi tercermin dalam judul
6. Banyak kata sekitar 15-20 kata

Judul penelitian hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas mewakili gambaran tentang masalah yang akan diteliti dan tindakan yang dipilih untuk menyelesaikan atau sebagai solusi terhadap masalah yang dihadapi. Alasan pemilihan judul juga harus:
* Menarik minat
* Layak diteliti
* Bermanfaat bagi masyarakat, dll.

Ada beberapa sistematika penulisan proposal yaitu :
1. Pendahuluan
2. Dasar Pemikiran
3. Tujuan Kegiatan
4. Tema Kegiatan
5. Jenis Kegiatan
6. Target Kegiatan
7. Sasaran / Peserta Kegiatan
8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
9. Anggaran Dana
10. Susunan Panitia
11. Jadwal Kegiatan
12. Penutup

Contoh Proposal Penulisan Ilmiah
PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAPPERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR.tbk
1.1 Latar Belakang
Dalam menghadapi krisis global yang telah melanda sistim perekonomian negara negara di seluruh dunia, yang dampaknya sangat berpengaruh terhadap usaha bisnis yang berhubungan dengan kegiatan investasi seperti pembiayaan, asuransi, bank, properti dan industri yang terkait dengan ekspor dan impor. Perusahaan dituntut mampu beradaptasi dengan situasi yang dapat mempengaruhi kinerja yang dimiliki perusahaan agar terhindar dari kebangkrutan dan tetap menjaga kelangsungan usahanya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan kebijakan yang menghasilkan efisiensi dan efektifitas. Untuk menerapkan kebijakan tersebut, dibutuhkan dana yang salah satunya dapat diperoleh dengan menerbitkan berbagai surat berharga di pasar modal. Salah satu jenis surat berharga yang paling umum diperjual belikan adalah saham yang merupakan bukti kepemilikan hak atas sebuah perusahaan.
Dibutuhkan kinerja perusahaan yang baik sehingga menarik para investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Semakin baik kinerja perusahaan, semakin tinggi laba usaha serta keuntungan yang di peroleh. Selain itu, kinerja yang dicapai oleh perusahaan akan berpengaruh terhadap harga saham dan perubahannya. Semakin baik kinerja perusahaan tersebut, akan berpengaruh terhadap peningkatan harga saham, begitupun sebaliknya.
Oleh karena itu, untuk memastikan kondisi kinerja keuangan perusahaan dalam keadaan baik atau buruk dan pengaruhnya terhadap perubahan harga saham, dilakukan analisis Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE).
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis bermaksud menyusun penulisan ilmiah dengan judul “PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAPPERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR.tbk”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, masalah dalam penulisan ilmiah ini diantaranya adalah :
1. Bagaimana menghitung Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER),Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE) untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan yang telah dicapai PT.INDOFOOD SUKSES MAKMUR.tbk periode 2006-2008 .
2. Apakah terdapat pengaruh dari pertumbuhan Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA) dan Return On Equity(ROE) terhadap perubahan harga saham PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR.tbk dalam periode 2006-2008.
1.3 Batasan Masalah
Untuk mendapatkan arah penulisan yang lebih baik sehingga tujuan penelitian dapat tercapai, maka penulis membatasi ruang lingkup permasalahan sebagai berikut :
1. Laporan keuangan perusahaan berupa laporan neraca dan laba rugi perusahaan tahun 2006-2008.
2. Perhitungan yang digunakan adalah Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE).
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dari penulisan ilmiah ini adalah
1. Untuk mengetahui kondisi kinerja laporan keuangan perusahaan dengan indikatorEarning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset(ROA) dan Return On Equity (ROE) pada PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR.tbk periode 2006-2008.
2. Untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA) dan Return On Equity(ROE) terhadap perubahan harga saham PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR.tbk dalam peeriode 2006-2008.
1.5 Metode Penelitian
1.5.1 Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah pertumbuhan Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio(PER), Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE) dari PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR.tbk yang di peroleh dari Pusat Referensi Pasar Modal, Gedung BEJ Tower lantai II, Jl. Jendral Sudirman kav. 52-53, Jakarta Pusat.
1.5.2 Metode Pengumpulan Data/Variabel
Untuk keperluan penulisan ini digunakan data sekunder yang diperoleh dengan cara melakukan :
• Studi kepustakaan
Pengumpulan data dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penulisan ilmiah ini sebagai dasar pengambilan kesimpulan.
• Studi Lapangan
Data diperoleh dari Pusat Referensi Pasar Modal di Gedung BEJ berupa laporan keuangan dan laporan perubahan harga saham.
1.5.3 Alat analisis yang Digunakan
Untuk menguji hipotesis dilakukan secara kuantitatif untuk menghitung apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara pertumbuhan Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA) & Return On Equity (ROE) terhadap perubahan harga saham PT, INDOFOOD SUKSES MAKMUR.tbk.
Alat analisis yang digunakan sebagai berikut :
1. Analisis Korelasi Parsial
2. Analisis Korelasi Berganda
3. Uji Regresi secara Simultan (Uji-F)
4. Uji Regresi secara Parsial (Uji-T)
1.6 Daftar Pustaka
Munawir.S, 1995. Analisis Laporan Keuangan, Edisi Empat, Liberty, Yogyakarta.
Habib,Arief, 2008. Kiat Jitu Peramalan Saham, ANDI, Yogyakarta.
Darmadji,Tjipto, dan Fakhruddin,M.Hendy, 2006. Pasar Modal di Indonesia, Edisi Dua, Salemba Empat, Jakarta.
Riyanto,Bambang, 1995. Dasar – Dasar Pembelanjaan Perusahaan, BPFE, Yogyakarta.
J.Fred Weston, dan Eugene F.Bringham, 1993. Manajemen Keuangan, Edisi Ketujuh, Erlangga, Jakarta.
Suwardjono, 2002, Akuntansi Pengantar, BPFE, Yogyakarta.
Suraidah, Dian. 2009. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Price Earning Ratio Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2003-2007. Skripsi FE Universitas Gunadarma.

IV. PENUTUP
Simpulan
Penelitian adalah:
1.Merupakan usaha untuk memperoleh fakta-fakta ataumengembangkan prinsip-prinsip menemukan, mengembangkan,menguji kebenaran.
2.Dengan cara/kegiatan mengumpulkan, mencatat dan menganalisa data informasi/keterangan.
3.Dikerjakan dengan sabar, hati-hati, sistematis dan berdasarkan ilmu pengetahuan dengan metode ilmiah
Proposal penelitian juga merupakan dokumen tertulis yang dibuat untuk mengkomunikasikan kepada pembimbing, penyandang dana, atau sponsor-sponsor penelitian tentang strategi yang akan digunakanpeneliti dalam memecahkan masalah.

Daftar Pustaka
• http://id.shvoong.com/society-and-news/environment/2043788-pengertian-proposal/
• http://ghadizluthu.blogspot.com/2010/06/pengertian-proposal.html
• http://www.scribd.com/doc/7750045/Proposal
• http://www.scribd.com/doc/13768551/Panduan-Penulisan-Proposal-Penelitian
• http://chipa-vanillafa.blogspot.com/2010/05/proposal-penulisan-ilmiah.html

Rabu, 09 Maret 2011

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA

Penyebab Emosi Meledak-ledak
Sumber : Vera Farah Bararah – detikHealth

Jakarta, pernah kan melihat orang yang teriak-teriak marah atau wajahnya tegang dengan mata merah hanya gara-gara masalah sepele. Beberapa orang memang tidak mampu mengendalikan emosinya dengan baik dan mudah sekali marah. Apa sumber dari kemarahan yang irasional ini?

Kemarahan adalah salah satu jenis emosi yang alamiah, tapi jika emosi ini tidak dapat dikontrol dengan baik tentu bisa merugikan orang lain.

Para ahli kini mulai bertanya mengapa banyak sekali orang yang mudah marah, bahkan untuk suatu alasan yang tidak jelas.

Terdapat banyak penyebab umum orang menjadi mudah marah, beberapa sebab bisa segera diatasi tapi ada juga yang membutuhkan bantuan lain.

Seperti dikutip dari eHow, Senin (5/4/2010) ada beberapa hal yang menjadi pemicu seseorang mudah sekali marah, yaitu:
1.      Stres
Stres adalah penyebab paling umum seseorang menjadi galak atau mudah marah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kehidupan sehari-hari, lingkungan kerja atau banyaknya penyebab stres di lingkungan sekitar. Untuk mengatasinya, seseorang harus mengetahui terlebih dahulu apa penyebab stresnya. Setelah itu coba melihatnya dari sudut pandang netral dan tidak membiarkan emosi mempengaruhi penilaiannya.

2.      Kurang tidur
Seseorang yang memiliki jam tidur malam sedikit kemungkinan besar tumbuh menjadi orang yang mudah marah. Orang yang kurang tidur, akan selalu merasa capek dan lelah sehingga emosinya mudah tersulut. Untuk mengetahui berapa jumlah jam tidur yang diperlukan, cobalah bereksperimen di saat hari libur.

3.      Kondisi medis
Beberapa kondisi kesehatan yang terganggu seperti pilek, flu, sakit kepala atau ketidaknyaman fisik lainnya juga bisa membuat seseorang gampang marah.

4.      Masalah emosional
Segala masalah yang terkait dengan emosional bisa memicu seseorang untuk mudah marah. Untuk mengatasi kondisi ini bisa dengan mudah belajar meditasi atau program mengontrol emosi.

5.      Interaksi obat
Jika seseorang mengonsumsi berbagai obat sekaligus, ada kemungkinan interaksi antara satu obat dengan yang lain dapat membuat seseorang mudah tersinggung. Selain itu ada juga beberapa obat yang dapat membuat seseorang mudah marah jika berinteraksi dengan kafein. Karenanya kenali apa efek samping dan kontra indikasi dari tiap obat.

6.      Gen di dalam tubuh
Sebuah penelitian menunjukkan seseorang bisa sangat mudah marah sementara yang lainnya tidak tergantung pada gen yang ada di dalam tubuhnya. Salah satu gen yang dianggap menjadi penyebab orang mudah marah adalah DARPP-32, gen ini membuat seseorang mudah terprovokasi sehingga menjadi marah.

Seseorang yang memiliki sifat mudah marah memang bisa mengganggu orang-orang disekelilingnya. Karena itu kenali apa penyebabnya dan usahakan agar bisa mengendalikan emosi dan kemarahannya.

(ver/ir)


Menganalisis Kesalahan Berbahasa
1.      - Jakarta, pernah kan melihat orang yang teriak-teriak marah atau wajahnya tegang    dengan mata merah hanya gara-gara masalah sepele. ( kalimat yang salah)
Pembetulan kalimat :
- Jakarta, pernahkah melihat orang yang berteriak-teriak marah atau wajahnya tegang dengan mata merah hanya karena masalah kecil.
2.     Pada kalimat “Orang yang kurang tidur, akan selalu merasa capek dan lelah sehingga emosinya mudah tersulut” seharusnya pada kata tersulut diganti menjadi kata terbawa agar menjadi bahasa indonesia yang benar.
3.     Pada kata gampang marah diganti menjadi kata mudah marah.
4.     Tidak terdapat penempatan tanda baca setelah kalimat “selain itu” seharusnya setelah kalimat tersebut terdapat tanda baca berupa tanda koma.
5.      - Karenanya kenali apa efek samping dan kontra indikasi dari tiap obat ( kalimat yang salah)
Pembetulan kalimat :
- Oleh sebab itu, kenalilah apa saja efek samping dan kontra indikasi dari tiap obat.




Tulisan ke 2, Bahasa Indonesia 2
Nama  : Vivian
NPM   : 11208268
Kelas  : 3ea10